Oleh Jaya Mualimin Pembuka Kalimat laa ilaaha Illallah (لآ إِلَهَ إِلاَّ الله) adalah kalimat yang agung. Ia inti dan pokok dalam Islam. Maka, dengan mengucapkan kalimat ini, maka tanda berserah diri secara total kepada Allah. Kalimat ini disebut kalimat tauhid, kalimat ikhlas, juga kalimat ‘urwatul wutsqa dan kalimatun sawwa'. Dalam kalimat ( لآ إِلَهَ إِلاَّ الله ) terdapat empat komponen, yaitu: Pertama: Laa (لآ) yang artinya: tidak ada; meniadakan; menafikan. Kedua: ilaah ( إِلَهَ) artinya: sesuatu yang disembah; sesuatu yang menjadi tujuan ibadah. Ketiga: illa (إِلاَّ ) artinya: kecuali. Keempat: Lafadz jalalah Allah (الله ), yaitu nama Allah Ta’ala. Pengakuan Iblis lebih mulia dari Adam AS Kalimat ini adalah pengakuan sebagai mahluk Allah, maka segala sifat Kesombongan musnah, tidak membanggakan dirinya kecuali keagungan Allah. Bermula Iblis saat menolak perintah Allah SWT bersujud kepada Adam AS. Iblis merasa lebih mulia karena diciptakan dari api, sementara Adam dar...
Oleh: Jaya Mualimin Pembuka Mimpi adalah proyeksi alam bawah sadar, emosi, dan memori yang menciptakan "dunia pikiran" (mind world) pribadi kita. Mimpi juga sering disebut "alkemi pengetahuan" karena semua inspirasi pikiran bersumber dari "mind wide world" Secara universal, mimpi menggabungkan pengalaman sensorik dan pengetahuan untuk memproses mental atau dorongan emosional, membuktikan bahwa batas imajinasi manusia tidak terbatas. Pendapat Ahli Sigmund Freud & Carl Jung Sigmund Freud Menurut Freud, mimpi adalah "jalan utama menuju alam bawah sadar". Ia percaya mimpi merupakan manifestasi terselubung dari keinginan, konflik, dan ketakutan masa kanak-kanak yang ditekan. Carl Jung Menurut Carl Jung, mimpi adalah "potret diri spontan" dari alam bawah sadar Anda. Jung tidak melihat mimpi sebagai pesan tersembunyi yang harus ditebak, melainkan sebagai alat penyeimbang. Kedua Ahli Psikoanalitik dan psikoterapi menggunakan media mimpi ...