MENAKAR RESILIENSI PERHOTELAN KALTIM DI KUARTAL II MEI 2026 : “Efisiensi Anggaran Pemerintah Hantam Perhotelan Kaltim”
OPINI, Kebijakan efisiensi anggaran belanja sektor publik dan pengetatan perjalanan dinas oleh pemerintah pusat mulai berdampak signifikan terhadap industri pariwisata dan perhotelan di Kalimantan Timur (Kaltim). Koridor Samarinda-Balikpapan yang selama ini menjadi pusat aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) pemerintahan, kini menghadapi tantangan penurunan okupansi yang cukup tajam dari awal tahun kuartal I dan II 2026, untungnya, memasuki bulan Mei 2026, kondisi ini mulai membaik dengan adanya tren kenaikan okupansi. Menanggapi fenomena tersebut, Armunanto, Dosen Industri, Prodi Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) sekaligus praktisi hospitality, menyatakan bahwa industri perhotelan Kaltim sedang menghadapi "alarm keras" akibat ketergantungan akut pada agenda birokrasi (captive market pemerintah). "Berdasarkan analisis data BPS Kaltim di awal tahun ini, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang sempat terkoreksi tajam hingga 1...