Langsung ke konten utama

MENAKAR RESILIENSI PERHOTELAN KALTIM DI KUARTAL II MEI 2026 : “Efisiensi Anggaran Pemerintah Hantam Perhotelan Kaltim”

OPINI, Kebijakan efisiensi anggaran belanja sektor publik dan pengetatan perjalanan dinas oleh pemerintah pusat mulai berdampak signifikan terhadap industri pariwisata dan perhotelan di Kalimantan Timur (Kaltim). Koridor Samarinda-Balikpapan yang selama ini menjadi pusat aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) pemerintahan, kini menghadapi tantangan penurunan okupansi yang cukup tajam dari awal tahun kuartal I dan II 2026, untungnya, memasuki bulan Mei 2026, kondisi ini mulai membaik dengan adanya tren kenaikan okupansi.

Menanggapi fenomena tersebut, Armunanto, Dosen Industri, Prodi Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) sekaligus praktisi hospitality, menyatakan bahwa industri perhotelan Kaltim sedang menghadapi "alarm keras" akibat ketergantungan akut pada agenda birokrasi (captive market pemerintah).

"Berdasarkan analisis data BPS Kaltim di awal tahun ini, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang sempat terkoreksi tajam hingga 11,10 poin ke angka 51,87 persen pada Januari, dan tren pelambatan ini membayangi hingga kuartal kedua 2026. Hal ini diperparah oleh rata-rata lama menginap (Length of Stay) tamu domestik yang stagnan di angka 1,53 hari," ujar armunanto dalam keterangannya di Hotel Grand Kartika Samarinda, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, implementasi ketat Standar Biaya Masukan (SBM) 2026 yang memangkas paket rapat full day dan membatasi perjalanan dinas lintas kementerian/lembaga menjadi faktor utama di balik sepinya ballroom hotel-hotel di Kaltim saat ini. Pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) kini cenderung menerapkan pola "hit-and-run"; datang pagi untuk rapat di kawasan penunjang IKN dan langsung pulang sore harinya demi efisiensi biaya penginapan.


Diversifikasi Pasar :

Strategi Bertahan: Korporasi Swasta, Bleisure, dan multi-skilling.

Menghadapi transformasi struktural ini, Armunanto menegaskan bahwa para hotelier (praktisi hotel) di Samarinda dan Balikpapan tidak bisa lagi bermanja-manja menunggu sisa anggaran pemerintah. Ia menawarkan tiga solusi taktis:

Gali Pasar Korporasi Swasta: Mengalihkan target pasar MICE ke sektor swasta yang sedang bertumbuh di Kaltim, seperti pertambangan, sawit, logistik, dan konstruksi penunjang IKN.

Maksimalkan Tren "Bleisure": Menyusun paket kombinasi Business & Leisure dengan operator tur lokal untuk merayu pekerja dinas memperpanjang masa tinggal mereka di akhir pekan (misalnya menyusuri Sungai Mahakam atau wisata mangrove).

Efisiensi Internal Berbasis Teknologi: Mengoptimalkan konsep multi-skilling karyawan dan penghematan energi agar terhindar dari opsi pahit pengurangan tenaga kerja (PHK).


Di tengah perubahan peta pasar ini, semangat "Hospitality Tangguh" para hotelier Kaltim tidak boleh luntur. Industri ini teruji melintasi berbagai krisis (pandemi covid19) dan Setiap senyum di meja resepsionis, setiap standar pelayanan yang terjaga di kamar-kamar hotel, dan setiap kreativitas rasa yang tersaji di ruang makan adalah bentuk karya nyata yang ikut menggerakkan roda ekonomi daerah. Tetaplah berkarya dengan standar terbaik, karena karakter asli hotelier sejati justru bersinar paling terang saat menghadapi tantangan.


Peran Pemerintah Provinsi/Daerah :

Namun, transisi ini tidak boleh dihadapi sendirian. Besar harapan agar Pemerintah Provinsi Kaltim serta Pemkot/Pemda tidak tinggal diam melihat potensi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak hotel dan restoran, namun pemerintah seharusnya bergerak taktis bertindak sebagai orchestrator pariwisata yang visioner. Menyelenggarakan even-even kreatif melalui inisiasi kalender event skala nasional dan internasional yang masif di sisa tahun ini (Kuartal III dan IV 2026), pemerintah akan mampu menjawab tantangan industri secara elegan. Sinergi antara kebijakan publik yang adaptif dan semangat pantang menyerah para pelaku industri adalah kunci utama untuk mengembalikan gairah hunian hotel, sekaligus memastikan pariwisata diBumi Etam tetap tumbuh perkasa.


Oleh :

Y.Armunanto Somalinggi, SH., ST., M.MPar

- Email : y.armunanto.s@gmail.com

- Dosen Industri Prodi.Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda

- Praktisi Hospitality


Sumber Referensi :

https://berandapost.com/2026/03/10/okupansi-hotel-berbintang-kaltim-turun-pada-januari-2026/

https://kaltim.bps.go.id/id/pressrelease/2026/01/05/1220/tingkat-penghunian-kamar--tpk--hotel-klasifikasi-bintang-di-kalimantan-timur-november-2025-mencapai-63-01-persen.html

https://www.niaga.asia/tingkat-penghunian-kamar-hotel-berbintag-di-kaltim-tidak-sampai-separuh/

https://industri.kontan.co.id/news/phri-proyeksikan-industri-pariwisata-2026-berat-kuartal-ii-jadi-penentu

https://phri.or.id/pusat-media/rupiah-terus-melemah-phri-karangasem-khawatir-biaya-operasional-hotel-dan-restoran-meningkat-3tBoQ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Salurkan 5 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing Kurban untuk Masyarakat Umum

SAMARINDA, – Dalam rangka Idul Adha 1447 H, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian kurban sapi sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat , Samarinda, 27 Mei 2026 Tahun ini, program *Kurban Berbagi* menyalurkan sebanyak * 5 ekor sapi dan 2 Ekor Kambing* yang disembelih di Kantor Dinas Kesehatan. Daging kurban didistribusikan kepada * keluarga penerima manfaat* yang meliputi dhuafa, panti asuhan, warga sekitar, Pensiunan Dinkes dan Pegawai Dinkes sebanyak Kurang Lebih 350 Kantong. Ketua Panitia, Romi Hendra, sekaligus Kasubag Umum menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjalankan syariat, tapi juga memperkuat solidaritas sosial. “Alhamdulillah, tahun ini antusiasme donatur meningkat. Kami berharap daging kurban ini bisa memberi manfaat nyata dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya. Proses penyembelihan dilakukan sesuai standar syariah dan higienis oleh tim jagal bersertifikat, Distribusi juga meng...

Tidak Terjebak di Lorong Waktu [Renungan Akhir Zaman agar terjaga dari Kesyirikan]

 Oleh : Jaya Mualimin Pendahuluan Terowongan waktu" sering kali merujuk pada konsep ilmiah wormhole (lubang cacing) atau fenomena fiksi ilmiah. Secara teoritis, perjalanan melintasi waktu dimungkinkan melalui fenomena ruang- waktu berdasarkan Teori Relativitas Khusus Albert Einstein. Teori Relativitas seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami fenomena dilatasi waktu (waktu berjalan lebih lambat bagi mereka). Paradoks dan Batasan: Perjalanan ke masa lalu sangat mungkin menciptakan paradoks, seperti mengubah sejarah yang menyebabkan penjelajah waktu tidak pernah dilahirkan. Stephen Hawking meragukan perjalanan waktu ke masa lalu bisa terwujud di masa depan. Tetapi Manusia tidak punya pilihan kecuali atas kuasa-Nya karena qodho sudah tertulis dalam Loh Mahfudz.   Lompatan waktu Peristiwa pertama yang dialami sekelompok pemuda al Kahfi masuk di lorong waktu melompati lebih 300 tahun kedepan, mereka mengaku baru bangun tidur semalam. Ketika uang dikanto...

Iqra' itu Perintah Ketauhidan Sepanjang Masa

Oleh: Jaya Mualimin Munawar al Badri Pembuka Risalah terakhir dari bangunan ketauhidan telah paripurna. Risalah Muhammad SAW bagian dari batu bata bangunan tauhid yang diawali perintah Iqra' "bacalah ya Muhammad", menjadi sangat urgen dibicarakan kembali karena tidak hanya berkaitan ketika Muhammad bin Abdullah bertemu Jibril AS di Hira, tetapi juga saat menutup risalah di ujung akhir dunia. Saat digambarkan kondisi ketauhidan telah jauh melenceng dari pesan awal, sehingga  pertolongan Allah tidak hadir ditengah umat dari sisa umur 500 tahun terakhir. Perpecahan, kebodohan, sosial budaya dan kultural yang terpuruk dan memprihatinkan.  Tulisan ini ingin mengetuk hati umat, sehingga dapat kembali meraih cita-cita kejayaannya sesuai perintah wahyu iqra', Inshaallah. Iqra' Perintah Ketauhidan "Iqra'" adalah perintah tauhid pertama yang turun. Bukan kebetulan kata wahyu itu "Bacalah", bukan "Shalatlah" atau "Puasa lah". Karen...