Langsung ke konten utama

Diksar VI KSR PMI Stai Al Gazali Bulukumba


  • Bulukumba, Palang Merah Indonesia (PMI) Korps Sukarela (KSR ) Stai Al Gazali Kabupaten Bulukumba melaksanakan Pendidikan Dasar (Diksar) angkatan VI untuk Korps Sukarelawan (KSR) 103 yang baru bergabung menjadi relawan PMI. Diksar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan dan disiplin diri KSR.


Diksar ini dilaksanakan pada tanggal 21 - 27 Januari 2019 yang berlokasi di Lembang, takkue desa seppang kec ujung loe , Kabupaten Bulukumba . Dari 30 lebih pendaftar diindor 10 orang dan yg ikut aot door 8 orang.

"Antusias peserta Diksar sangat luar biasa, mereka mau belajar dan menerapkan disiplin serta mengikuti setiap aturan yang ada", ucap  Komandan KSR STai Al Gazali, Muhammad Awal Ruse, Minggu (27/01).

Disampaikan, Pemateri dalam acara tersebut terdiri dari PMI Provinsi Sulawesi Selatan, PMI Kabupaten Bulukumba, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, Baznas, Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) Kabupaten Bulukumba dan Kasat Narkoba Polres Bulukumba.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Kabupaten Bulukumba , Andi Arifandi Mus, berharap dengan diadakannya Diksar tersebut, dapat meningkatkan kapasitas relawan PMI Kabupaten Bulukumba.

"Saya berharap Diksar ini dapat meningkatkan kapasitas relawan untuk menghadapi bencana yang mengancam di sekitaran wilayah kabupaten Bulukumba, yang mana kita semua tidak tau kapan datangnya. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan relawan yang siap untuk itu," harapnya. (AHF/kmb)

Editor :  Andi Hebri Fitratullah, SKM
Sumbar : Humas KSR PMI Kabupaten Bulukumba

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Salurkan 5 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing Kurban untuk Masyarakat Umum

SAMARINDA, – Dalam rangka Idul Adha 1447 H, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian kurban sapi sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat , Samarinda, 27 Mei 2026 Tahun ini, program *Kurban Berbagi* menyalurkan sebanyak * 5 ekor sapi dan 2 Ekor Kambing* yang disembelih di Kantor Dinas Kesehatan. Daging kurban didistribusikan kepada * keluarga penerima manfaat* yang meliputi dhuafa, panti asuhan, warga sekitar, Pensiunan Dinkes dan Pegawai Dinkes sebanyak Kurang Lebih 350 Kantong. Ketua Panitia, Romi Hendra, sekaligus Kasubag Umum menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjalankan syariat, tapi juga memperkuat solidaritas sosial. “Alhamdulillah, tahun ini antusiasme donatur meningkat. Kami berharap daging kurban ini bisa memberi manfaat nyata dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya. Proses penyembelihan dilakukan sesuai standar syariah dan higienis oleh tim jagal bersertifikat, Distribusi juga meng...

Tidak Terjebak di Lorong Waktu [Renungan Akhir Zaman agar terjaga dari Kesyirikan]

 Oleh : Jaya Mualimin Pendahuluan Terowongan waktu" sering kali merujuk pada konsep ilmiah wormhole (lubang cacing) atau fenomena fiksi ilmiah. Secara teoritis, perjalanan melintasi waktu dimungkinkan melalui fenomena ruang- waktu berdasarkan Teori Relativitas Khusus Albert Einstein. Teori Relativitas seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami fenomena dilatasi waktu (waktu berjalan lebih lambat bagi mereka). Paradoks dan Batasan: Perjalanan ke masa lalu sangat mungkin menciptakan paradoks, seperti mengubah sejarah yang menyebabkan penjelajah waktu tidak pernah dilahirkan. Stephen Hawking meragukan perjalanan waktu ke masa lalu bisa terwujud di masa depan. Tetapi Manusia tidak punya pilihan kecuali atas kuasa-Nya karena qodho sudah tertulis dalam Loh Mahfudz.   Lompatan waktu Peristiwa pertama yang dialami sekelompok pemuda al Kahfi masuk di lorong waktu melompati lebih 300 tahun kedepan, mereka mengaku baru bangun tidur semalam. Ketika uang dikanto...

Iqra' itu Perintah Ketauhidan Sepanjang Masa

Oleh: Jaya Mualimin Munawar al Badri Pembuka Risalah terakhir dari bangunan ketauhidan telah paripurna. Risalah Muhammad SAW bagian dari batu bata bangunan tauhid yang diawali perintah Iqra' "bacalah ya Muhammad", menjadi sangat urgen dibicarakan kembali karena tidak hanya berkaitan ketika Muhammad bin Abdullah bertemu Jibril AS di Hira, tetapi juga saat menutup risalah di ujung akhir dunia. Saat digambarkan kondisi ketauhidan telah jauh melenceng dari pesan awal, sehingga  pertolongan Allah tidak hadir ditengah umat dari sisa umur 500 tahun terakhir. Perpecahan, kebodohan, sosial budaya dan kultural yang terpuruk dan memprihatinkan.  Tulisan ini ingin mengetuk hati umat, sehingga dapat kembali meraih cita-cita kejayaannya sesuai perintah wahyu iqra', Inshaallah. Iqra' Perintah Ketauhidan "Iqra'" adalah perintah tauhid pertama yang turun. Bukan kebetulan kata wahyu itu "Bacalah", bukan "Shalatlah" atau "Puasa lah". Karen...