Langsung ke konten utama

Ka'bah Baitullah Saksi At-Tauhid di Awal dan di Akhir Manusia



Opini,- Ka’bah adalah bangunan berbentuk kubus yang menjadi pusat ibadah seluruh umat Islam di dunia. Ka’bah juga diketahui sebagai bangunan tertua yang pertama kali didirikan atas wujud kemuliaan dan keberkahan. Dari sana, dapat dimaknai bahwa Ka’bah merupakan kesatuan arah kiblat umat Islam dalam menyembah dan mengesakan Allah Swt. Oleh sebab itu, Ka’bah kemudian dikenal dengan sebutan Baitullah (rumah Allah) dan al-baitul al-atiq (bangunan tertua).


Ritual Ibadah keliling ini disebut thawaf agar manusia mengingat kembali asal mula jatidiri saat pertama kali diciptakan untuk totalitas ubudi. 


Kita tidak menyembah Ka'bah seperti kesimpulan ngawur, sama sekali tidak, persis ketika malaikat dan Iblis diminta sujud kepada Adam, iblis lah yang terkutuk karena punya kesimpulan ngawur.


Ba'itullah simbol meng-Esa-kan, bentuk totalitas manusia atas Ilah dan Rabb-Nya. 


Bangunan ini sempat dibiarkan ditinggalkan manusia setalah bencana banjir bandang Nuh AS, beberapa abad lamanya kemudian Nabi Ibrahim AS membangun kembali mengokohkan, saat hijrah di lembah tandus dan sunyi bersama Ismail AS dan bunda Hajjar, muncul mata air zam-zam di dekat Ka'bah, peristiwa - peristiwa prophetic telah menjadi syariat jutaan manusia berkunjung ke Baitullah, melaksanakan haji, thawaf, sai, wukuf dan jumroh "kami datang memenuhi undangan -Mu, tiada kesyrikan dan kekuasaan-Mu mutlak diserahkan yang dikehendaki-Nya"





Ka'bah saksi sejarah tauhid


Ka'bah terletak garis lurus ke baitul makmur, mustawwa sampai ke 'Arsy letak ini sangat sentral dalam "taqorub ila llah" dan menjadi saksi  di akhir mahluk-Nya ujian dan perintah pertama dari malaikat dan iblis, Adam, Idris, Nuh, Ibrahim, Lut, Hud, Soleh, Ismail, Ishak, Yaqub, Yusuf Musa,  Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, zakaria, yahya, Isa sampai kepada Muhammad SAW.


Awal Mula Thawaf


Imam al-Suyuti dalam Tafsir al-Jalalain, ia menjelaskan bahwa Ka’bah ini mula-mula dibangun oleh malaikat, sebagai berikut: Artinya: “Baitullah ini didirikan oleh malaikat sebelum diciptakannya Adam dan setelah itu diletakkan Masjid Al-Aqsa dan jarak antara keduanya 40 tahun sebagaimana tersebut dalam kedua hadis sahih. (Jalaluddin al-Suyuti, Tafsir al-Jalalain, QS Ali Imran: 96).


Peristiwa awal terjadi ketika Khalifah [manusia] akan diciptakan, mereka malaikat dan iblis mahluk pertama  bertasbih, meng-Esa-kan Allah dengan gerak berkeliling menyembah Allah dengan mendebat (al Baqoroh 30):

.... mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?


Ketika Adam AS diturunkan ke bumi Allah, beliau diperintahkan membangung tempat supaya ada manusia berkumpul berkeliling thawaf seperti saat malaikat dan iblis bertasbih mentauhidkan Allah Jala jalahu.


Ujian manusia tentang ketauhidan 


Setiap zaman saat para Nabi/Rasul diutus maka Allah akan memitar kembali saat Malaikat dan Iblis diuji dengan ketaatan seolah Allah menegasakan kembali (surat al A' raf  ayat:173): 

"...Alastu birobbikum"?

agar manusia tidak protes di akhirat karena perjanjian itu selalu dikuatkan dengan ujian  tentang ke-Esa-an Allah, ada yang menyambut seruan ini ada juga yang menyombongkan diri.


Keluarga Ibrahim AS membangun Ba'itullah


Kisah ini beberapa kali disinggung oleh Allah SWT di dalam Al-Qur'an. Syaikh Hamid Ahmad Ath-Thahir Al-Basyuni dalam Kisah-Kisah dalam Al-Qur'an menyebutkan bahwa pembangunan Ka'bah adalah perintah dari Allah SWT.

Ibnu Abbas RA. Ia menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS berkata,


"Wahai Ismail, sesungguhnya Allah memerintahkan sesuatu kepadaku."


Ismail AS menjawab, "Kerjakanlah apa yang diperintahkan Tuhan!"


"Apakah kamu mau membantuku?" Jawab Ibrahim AS.


Ismail berkata, "Aku akan membantumu."


Kemudian, Nabi Ibrahim AS berkata,


"Sesungguhnya Allah telah menyuruhku untuk membangun sebuah rumah di sini, sembari menunjuk kepada anak bukit. Keduanya lalu menggali pondasi seraya berdoa, "Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui." 

Setelah itu, Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS meninggikan pondasi Ka'bah. Ismail membawa batu dan memikulnya di atas pundaknya.


Sementara itu, ayahnya, Ibrahim AS, membangun dan menyusun batu-batu itu hingga beberapa tumpukan. Setelah menjadi tinggi dan Nabi Ibrahim AS sulit untuk menjangkaunya, Ismail AS datang membawa batu dan meletakkannya di bawah kaki ayahnya.


Batu yang digunakan sebagai pijakan Nabi Ibrahim AS inilah yang kelak menjadi Maqam. Yakni, tempat Ibrahim AS berdiri di atasnya.


Di saat Nabi Ibrahim AS menyusun batu-batu itu, Ismail AS terus mengambil batu yang lain dan memikulnya hingga bangunan Ka'bah itu selesai.


Keduanya berkata,


"Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."


Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS membangun Ka'bah setiap hari meskipun hari-hari itu dilalui dengan cuaca yang amat panas dan terik. Di setiap langkah dan proses pembangunan itu, lisan keduanya tak pernah berhenti untuk mengucapkan doa,


"Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."


Keduanya senantiasa mengucapkan doa ini karena takut amal mereka tidak diterima Allah SWT. Meskipun pintu amal telah dibuka, namun pintu diterimanya amal masih tertutup. Oleh karena itu, Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS terus berdoa kepada Allah SWT.


Ketika pembangunan Ka'bah hampir selesai, Nabi Ibrahim AS masih merasa ada yang kurang dengannya. Ia membutuhkan sebuah tanda untuk memulai dan mengakhiri tawaf.


Kemudian ia menyuruh Ismail untuk mencari sebuah batu. Ia pun mencarinya dengan mendaki wilayah bukit, hingga datanglah Jibril dengan membawa batu (Hajar Aswad) sembari meletakkannya di salah satu sudut Ka'bah.


Ismail lalu menghampiri ayahnya, sementara Hajar Aswad telah menancap dengan kokoh. Dia lalu berkata, "Wahai ayah, siapa yang membawakan untukmu batu ini?"


Nabi Ibrahim AS menjawab, "Jibril datang kepadaku dari langit dan menyusun batu ini.


Beberapa Nabi dan Rasul yang telah diutus pada kurun yang berbeda mempunyai pesan yang sama tentang ketuhanan yang esa serta menjauhi syirik.


Ka'bah pusat ibadah "tauhid" kaum Quraisy di Makah


Kemudian Nabi Muhammad ﷺ memurnikan Tauhid dari praktek kesyirikan di Ka'bah. Selama 13 tahun Nabi Muhammad ﷺ awal pesan mengulang kembali pesan abadi untuk mengagungkan keesaan Allah ﷻ dengan meninggalkan kesyirikan yang telah menjadi tradisi kaum Quraisy pada saat itu. disekitar Ka'bah ada patung 360 buah, ada 4 patung utama Latta, Uzza, Manat dan Hubal Awalnya dakwah tauhid Rasulullah ﷺ ditentang kaumnya dan karena dianggap tidak relevan. Silsilah Nabi, dari Kakeknya Syaibah (Abdul Mutalib) sampai Bin Kilab pengurus Ka'bah turun-temurun Mereka sudah berpuluh tahun melaksanakan ritual keagamaan sesuai adat istiadat nenek moyangnya. 

Kabah juga dijadikan pusat ibadah kaum Quraisy, 


Karena dirasa banyak tekanan dari Quraisy Rasulullah ﷺ beserta pengikutnya hijrah ke Madinah dakwah diterima, dan puncak dari pertentangan ini dengan tekanan militer dan Allah memenangkan kaum tauhid dari Quraisy melalui "futuh Makah" makah dibuka untuk memurnikan tauhid, semua patung dihancurkan dan Ka'bah dilembalikan fungsi seperti awal Nabi Ibrahim AS, seluruh jazirah Arab sebagai pengikut tauhid, dakwah tauhid diterima dan Islam diterima dari seluruh dunia.




1400 tahun lebih telah berlalu, setelah umat Islam mengarungi bahtera Islam pasang surut setidaknya ada lima periodisasi;

1. An nubuat Rasulullah] 10 tahun 622-632

2. Kalifah Sahabat Kenabian, 30 tahun  632-662

3. Kerajaan dzolim 1000 tahun, 662- 1600 tahun

4. Penguasa menghisap (penjajah barat) 430 tahun, 1600-2030 tahun,

5. Kepemimpinan sistem Kenabian, 7/ 9 tahun 2030-?.


Menjadi penanda zaman menginjak abad ke-15, dimana kemurnian tauhid telah berpudar seiring pudarnya zaman, sebagaimana berita nubuwat Rasulullah ﷺ perpecahan, fitnah dan saling bertikai serta kezaliman syirik merajalela. Ketika zaman itu mucul ditandai dengan fitnah syara', duhaimah. Allah SWT akan menguji kembali ketauhidan manusia.


Ka'bah akan menjadi saksi ujian tauhid yang terakhir


Umat pertama adalah Malaikat dan Iblis, malaikat dari cahaya sedangkan Iblis dari api mereka mahluk sangat taat kepada Allah, mereka beribadah kepada Allah sejak diciptakan, memuji dan men-esa-kan Allah hingga kemudian ujian sampai dan mereka ada yang taat [ malaikat] dan ingkar [iblis laknatulall alaih].


Ka'bah akan menjadi saksi, ketika laki-laki pilihan Allah yanh akan memandu umat kepada ketauhidan abadi. Beliau akan ditunjuk Allah didepan hajar aswad dan sebagaian manusia akan memusuhinya serta mengejar untuk dibunuh, tetapi Allah SWT menjaganya, menguatkan seketika.


Seruan tauhid melalui wahyu paling akhir 


Al-mubasyirat adalah wahyu via mimpi dengan kadarnya 1/46 yang dibawa Jibril AS,  menanandakan bahwa zaman ini benar-benar telah datang, ditandai satu pesan abadi yaitu kemurnian ajaran tentang ketauhidan dan menjauhi syirik kepada Allah ﷻ . Pesan mimpinya ada manistrain satu kesatuan ajaran Islam. Pesan mimpi ini seperti tumpukan batu bata yang tersusun sebagai bangunan Islam yang dinarasikan langsung Allah ﷻ.


Wallahu alam bissawab


Al Fakir


Oleh:

Jaya Mualimin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Salurkan 5 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing Kurban untuk Masyarakat Umum

SAMARINDA, – Dalam rangka Idul Adha 1447 H, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian kurban sapi sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat , Samarinda, 27 Mei 2026 Tahun ini, program *Kurban Berbagi* menyalurkan sebanyak * 5 ekor sapi dan 2 Ekor Kambing* yang disembelih di Kantor Dinas Kesehatan. Daging kurban didistribusikan kepada * keluarga penerima manfaat* yang meliputi dhuafa, panti asuhan, warga sekitar, Pensiunan Dinkes dan Pegawai Dinkes sebanyak Kurang Lebih 350 Kantong. Ketua Panitia, Romi Hendra, sekaligus Kasubag Umum menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjalankan syariat, tapi juga memperkuat solidaritas sosial. “Alhamdulillah, tahun ini antusiasme donatur meningkat. Kami berharap daging kurban ini bisa memberi manfaat nyata dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya. Proses penyembelihan dilakukan sesuai standar syariah dan higienis oleh tim jagal bersertifikat, Distribusi juga meng...

Tidak Terjebak di Lorong Waktu [Renungan Akhir Zaman agar terjaga dari Kesyirikan]

 Oleh : Jaya Mualimin Pendahuluan Terowongan waktu" sering kali merujuk pada konsep ilmiah wormhole (lubang cacing) atau fenomena fiksi ilmiah. Secara teoritis, perjalanan melintasi waktu dimungkinkan melalui fenomena ruang- waktu berdasarkan Teori Relativitas Khusus Albert Einstein. Teori Relativitas seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami fenomena dilatasi waktu (waktu berjalan lebih lambat bagi mereka). Paradoks dan Batasan: Perjalanan ke masa lalu sangat mungkin menciptakan paradoks, seperti mengubah sejarah yang menyebabkan penjelajah waktu tidak pernah dilahirkan. Stephen Hawking meragukan perjalanan waktu ke masa lalu bisa terwujud di masa depan. Tetapi Manusia tidak punya pilihan kecuali atas kuasa-Nya karena qodho sudah tertulis dalam Loh Mahfudz.   Lompatan waktu Peristiwa pertama yang dialami sekelompok pemuda al Kahfi masuk di lorong waktu melompati lebih 300 tahun kedepan, mereka mengaku baru bangun tidur semalam. Ketika uang dikanto...

Iqra' itu Perintah Ketauhidan Sepanjang Masa

Oleh: Jaya Mualimin Munawar al Badri Pembuka Risalah terakhir dari bangunan ketauhidan telah paripurna. Risalah Muhammad SAW bagian dari batu bata bangunan tauhid yang diawali perintah Iqra' "bacalah ya Muhammad", menjadi sangat urgen dibicarakan kembali karena tidak hanya berkaitan ketika Muhammad bin Abdullah bertemu Jibril AS di Hira, tetapi juga saat menutup risalah di ujung akhir dunia. Saat digambarkan kondisi ketauhidan telah jauh melenceng dari pesan awal, sehingga  pertolongan Allah tidak hadir ditengah umat dari sisa umur 500 tahun terakhir. Perpecahan, kebodohan, sosial budaya dan kultural yang terpuruk dan memprihatinkan.  Tulisan ini ingin mengetuk hati umat, sehingga dapat kembali meraih cita-cita kejayaannya sesuai perintah wahyu iqra', Inshaallah. Iqra' Perintah Ketauhidan "Iqra'" adalah perintah tauhid pertama yang turun. Bukan kebetulan kata wahyu itu "Bacalah", bukan "Shalatlah" atau "Puasa lah". Karen...