Langsung ke konten utama

Banjir Melanda Kota Samarinda

Samarinda, Sejumlah kawasan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur masih terkepung banjir Senin (10/6) sampai saat ini . Hal itu berdampak pada warga yang akan bekerja maupun beraktivitas lain, termasuk aparatur sipil negara ( PNS ) yang pada Senin ini, masuk kerja hari pertama setelah libur bersama Lebaran 2019

`` Saya tidak berani lewat, Takut sepeda motor ku mogok kemasukan air dan tenggelam, `` ujar Husnun , seorang pengendara motor yang berputar putar mencari jlan alternatif menuju tempat kerjanya.


Sejumlah kawasan yang masih terpantau banjir hingga hari ini, antara lain Jalan Gotot Subroto, sebagian Jalan DI Panjaitan, terutama gang tembus ke Gunung Lingai, depan Pasar Arum, Jalab PM Noor dan sekitarnya, Perumahan Bumi Sempaja dan sekitarnya, bahkan di kawasan itu sudah sejak beberapa hari lalu.

Kawasan lain yang juga terendam banjir di antaranya Jalan Pemuda dan sekitarnya, terutama di bagian dalam yang berada di bantaran Sungai Karang Mumus, Jalan Remaja, Jalan Cenderawasih, Jalan Gelatik, Jalan Dr Soetomo, kawasan Sempaja, hingga Bengkuring.

Di Kelurahan Lempake, tepatnya di kawasan Belimau dan sekitarnya, banjir sudah mulai sejak H-1 Lebaran atau pada Selasa (4/6). Air makin naik sejak Jumat (7/6). Kondisi lingkungan banjir di Belimau itu, membuat puluhan warga mencari ikan di jalan menggunakan serok.


Berdasarkan catatan yang dihimpun Minggu (9/6), di daerah Sempaja Timur tercatat 735 KK atau sekitar 2.327 jiwa terdampak banjir. Diprediksi pada Senin, genangan air mengalami peningkatan seiring terjadinya pasang di Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus.

 Sampai sekarang Walikota Samarinda belum turun meninjau lokasi sebab dia berada diluar Negeri 'Jerman '. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Salurkan 5 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing Kurban untuk Masyarakat Umum

SAMARINDA, – Dalam rangka Idul Adha 1447 H, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian kurban sapi sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat , Samarinda, 27 Mei 2026 Tahun ini, program *Kurban Berbagi* menyalurkan sebanyak * 5 ekor sapi dan 2 Ekor Kambing* yang disembelih di Kantor Dinas Kesehatan. Daging kurban didistribusikan kepada * keluarga penerima manfaat* yang meliputi dhuafa, panti asuhan, warga sekitar, Pensiunan Dinkes dan Pegawai Dinkes sebanyak Kurang Lebih 350 Kantong. Ketua Panitia, Romi Hendra, sekaligus Kasubag Umum menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjalankan syariat, tapi juga memperkuat solidaritas sosial. “Alhamdulillah, tahun ini antusiasme donatur meningkat. Kami berharap daging kurban ini bisa memberi manfaat nyata dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya. Proses penyembelihan dilakukan sesuai standar syariah dan higienis oleh tim jagal bersertifikat, Distribusi juga meng...

Tidak Terjebak di Lorong Waktu [Renungan Akhir Zaman agar terjaga dari Kesyirikan]

 Oleh : Jaya Mualimin Pendahuluan Terowongan waktu" sering kali merujuk pada konsep ilmiah wormhole (lubang cacing) atau fenomena fiksi ilmiah. Secara teoritis, perjalanan melintasi waktu dimungkinkan melalui fenomena ruang- waktu berdasarkan Teori Relativitas Khusus Albert Einstein. Teori Relativitas seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami fenomena dilatasi waktu (waktu berjalan lebih lambat bagi mereka). Paradoks dan Batasan: Perjalanan ke masa lalu sangat mungkin menciptakan paradoks, seperti mengubah sejarah yang menyebabkan penjelajah waktu tidak pernah dilahirkan. Stephen Hawking meragukan perjalanan waktu ke masa lalu bisa terwujud di masa depan. Tetapi Manusia tidak punya pilihan kecuali atas kuasa-Nya karena qodho sudah tertulis dalam Loh Mahfudz.   Lompatan waktu Peristiwa pertama yang dialami sekelompok pemuda al Kahfi masuk di lorong waktu melompati lebih 300 tahun kedepan, mereka mengaku baru bangun tidur semalam. Ketika uang dikanto...

Iqra' itu Perintah Ketauhidan Sepanjang Masa

Oleh: Jaya Mualimin Munawar al Badri Pembuka Risalah terakhir dari bangunan ketauhidan telah paripurna. Risalah Muhammad SAW bagian dari batu bata bangunan tauhid yang diawali perintah Iqra' "bacalah ya Muhammad", menjadi sangat urgen dibicarakan kembali karena tidak hanya berkaitan ketika Muhammad bin Abdullah bertemu Jibril AS di Hira, tetapi juga saat menutup risalah di ujung akhir dunia. Saat digambarkan kondisi ketauhidan telah jauh melenceng dari pesan awal, sehingga  pertolongan Allah tidak hadir ditengah umat dari sisa umur 500 tahun terakhir. Perpecahan, kebodohan, sosial budaya dan kultural yang terpuruk dan memprihatinkan.  Tulisan ini ingin mengetuk hati umat, sehingga dapat kembali meraih cita-cita kejayaannya sesuai perintah wahyu iqra', Inshaallah. Iqra' Perintah Ketauhidan "Iqra'" adalah perintah tauhid pertama yang turun. Bukan kebetulan kata wahyu itu "Bacalah", bukan "Shalatlah" atau "Puasa lah". Karen...