Langsung ke konten utama

PLT KEPALA DINAS KESEHATAN : KASUS ODP VIRUS CORONA ( COVID-19 ) TELAH MENCAPAI 39 ORANG DAN TIGA POSITIF

Samarinda, Konfrensi Pers Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur " Andi Muhammad Ishak " masaalah Virus Corona  ( Covid -19 ) di Oproom Terbuka Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur pada Hari Kamis, 19 Maret 2020.


Ada satu keluarga, Tiga Orang yang saat ini di rawat Diruang Isolasi RSUD AW Syahranie dan 1 orang sudah di nyatakan positif terkena Virus Corona (Covid -19 ) yang baru baru ini datang dari Bogor .

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan kasus Virus Corona saat sekarang mencapai 39 orang,  diantaranya 11 orang dinyatakan negatif, 3 orang Positif dan 25 Pasien masih sedang menunggu Hasil LAB .


Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim " Andi Muhammad Ishak mengatakan bahwa Ada 26 Pasien + 4 orang Pasien di Kota Balikpapan , 10 orang sudah dipulangkan dinyatakan negatif dan 16 orang lainnya masih dalam perawatan di RS yang berada di Kota Balikpapan, diantaranya RSUD Kanujoso sebanyak 9 orang +4 orang, 1 orang Positif dan 12 orang masih dalam pengawasan di RS Siloam Balikpapan sebanyak 2 orang, RSU Beriman sebanyak 1 orang, RS Hermina 1 orang dan RS Bhayangkara 1 orang dan RS Pertamina 2 orang.

Di Kota Samarinda ada 3 pasien , 1 Positif dan 2 orang masih dalam pengawasan di rawat diRSUD Aw Syahranie , di Kota Kutai Kartanegara ada 3 pasien, 1 orang  Positif dan 2 orang berstatus negatif sudah dipulangkan yang di Rawat di RSUD Parikesit. Sedangkan di Kota Bontang ada 1 orang masih dalam perawatan di RS Taman Husada Bontang.


Kesimpulannya Total Pasien Positif Terkena Virus Corona ( Covid -19 ) Sebanyak 3 orang diantaranya 1 orang di rawat di RSUD AW. syahranie Samarinda, 1 orang di rawat di RSUD Kanujoso Kota Balikpapan dan 1 orang di rawat di RSUD Parikesit Kab Kukar.


Reporter : Andi Hebry





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edukasi Bersama Pakar Ahli Toksin: Sosialisasi Penanganan Tatalaksana Kasus Gigitan Ular

SAMARINDA, - KawanMuda- Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Kesehatan Kota Samarinda dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda melaksanakan kegiatan sosialisasi penanganan kasus gigitan ular bersama Narasumber Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.Em., Sub.Sp.Tok(K)., FICEP., FIMMA (Ketua Tim Kerja Kebijakan dan Strategi Tata Kelola Keracunan Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia), Ketua Indonesia Toxinology Society (ITS) atau Perhimpunan Toksinologi Indonesia. Beliau dikenal sebagai satu-satunya dokter ahli toksinologi ular berbisa di Indonesia yang fokus pada penanganan kasus gigitan hewan berbahaya dan aktif mengedukasi tenaga medis mengenai antivenom. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Aula Kantor Disdamkarmat dan dihadiri oleh relawan di Kota Samarinda pada tanggal 2 April 2026 Pada kasus gigitan ular pasien sistemik yang dikonsultasikan hari Minggu, 29 Maret 2026 wak...

Relawan Kemanusiaan Fandi Siap Bertarung di Muskab PMI Bulukumba

Bulukumba, -KawanMuda – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulukumba dijadwalkan akan segera digelar dalam waktu dekat. Agenda penting ini menjadi momentum penentuan arah baru organisasi kemanusiaan tersebut ke depan. Sejumlah tokoh dan pejabat pemerintah mulai mencuat sebagai kandidat yang siap bertarung dalam Muskab PMI. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI Bulukumba, **Dr. Pagga Kantoro**, menegaskan bahwa pelaksanaan Muskab menjadi langkah strategis untuk membentuk kepengurusan definitif. Menurutnya, keberadaan kepengurusan yang sah sangat dibutuhkan agar PMI Bulukumba dapat kembali bergerak optimal dalam menjalankan misi kemanusiaan di tengah masyarakat. Di antara nama yang mulai menyatakan kesiapannya adalah **Andi Arifandi Mus**, yang akrab disapa Fandi. Ia dikenal sebagai relawan aktif sekaligus Pembina KSR PMI STAI Al-Gazali Bulukumba. Fandi juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PMI Bidang Relawan periode 2016–2021. Fandi menilai PMI Bulukumba m...

Ka'bah Baitullah Saksi At-Tauhid di Awal dan di Akhir Manusia

Opini,- Ka’bah adalah bangunan berbentuk kubus yang menjadi pusat ibadah seluruh umat Islam di dunia. Ka’bah juga diketahui sebagai bangunan tertua yang pertama kali didirikan atas wujud kemuliaan dan keberkahan. Dari sana, dapat dimaknai bahwa Ka’bah merupakan kesatuan arah kiblat umat Islam dalam menyembah dan mengesakan Allah Swt. Oleh sebab itu, Ka’bah kemudian dikenal dengan sebutan Baitullah (rumah Allah) dan al-baitul al-atiq (bangunan tertua). Ritual Ibadah keliling ini disebut thawaf agar manusia mengingat kembali asal mula jatidiri saat pertama kali diciptakan untuk totalitas ubudi.  Kita tidak menyembah Ka'bah seperti kesimpulan ngawur, sama sekali tidak, persis ketika malaikat dan Iblis diminta sujud kepada Adam, iblis lah yang terkutuk karena punya kesimpulan ngawur. Ba'itullah simbol meng-Esa-kan, bentuk totalitas manusia atas Ilah dan Rabb-Nya.  Bangunan ini sempat dibiarkan ditinggalkan manusia setalah bencana banjir bandang Nuh AS, beberapa abad lamanya kemudi...