Langsung ke konten utama

Babinsa Bontobangun Dampingi Metode Pembelajaran Luring SD 87 Buttakekek

Bulukumba, Sesuai Arahan Presiden Joko Widodo tentang Bekerja dirumah, Belajar dirumah dan Beribadah dirumah. Ada Salah satu Sekolah Yang berada di Kabupaten Bulukumba yakni UPT SPF SD Negeri 87 Buttakeke melakukan Pembelajaran dirumah di Dampingi langsung Oleh Babinsa Desa Bontobangun pada Hari Rabu, 29 Juli 2020.


Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi Dampak dari Pandemi Covid19 dan memutus mata rantai penularan mengikuti arahan pemerintah dengan menjalankan pembelajaran dirumah. 

Menurut Babinsa Desa Bonto Bangun " Serma Muh. Nasir " Saat mendampingi anak - Anak SD 87 belajar dirumah mengatakan bahwa sebagai Babinsa Desa menghimbau agar selalu tetap pakai masker, jaga jarak dan Rajin cuci tangan. 

Dan disisi lain Pengawas dalam pelaksanaan Proses Belajar Mengajar " H. Amrullah " Kami menggunakan metode Luring dengan melakukan kunjungan kerumah anak, mengingat dengan beberapa kondisi orang tua peserta didik yang hanya sebagian memliki HP Android ditambah dengan jaringan yang belum terlalu mendukung sehingga mengambil keputusan untuk melakukan pembelajaran secara Luring dengan mengunjungi Rumah peserta didik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan. 


Kegiatan belajar dari sekolah menjadi Belajar dirumah masing masing sambil menerapkan Social Distancing.  Proses pembelajaran terus berlangsung hingga situasi memungkinkan untuk anak anak kembali ke rutinitas pembelajaran disekolah dan menjadi momen kesempatan baik untuk orang tua mendampingi anaknya secara langsung. (*Ahf) 












 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Salurkan 5 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing Kurban untuk Masyarakat Umum

SAMARINDA, – Dalam rangka Idul Adha 1447 H, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian kurban sapi sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat , Samarinda, 27 Mei 2026 Tahun ini, program *Kurban Berbagi* menyalurkan sebanyak * 5 ekor sapi dan 2 Ekor Kambing* yang disembelih di Kantor Dinas Kesehatan. Daging kurban didistribusikan kepada * keluarga penerima manfaat* yang meliputi dhuafa, panti asuhan, warga sekitar, Pensiunan Dinkes dan Pegawai Dinkes sebanyak Kurang Lebih 350 Kantong. Ketua Panitia, Romi Hendra, sekaligus Kasubag Umum menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjalankan syariat, tapi juga memperkuat solidaritas sosial. “Alhamdulillah, tahun ini antusiasme donatur meningkat. Kami berharap daging kurban ini bisa memberi manfaat nyata dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya. Proses penyembelihan dilakukan sesuai standar syariah dan higienis oleh tim jagal bersertifikat, Distribusi juga meng...

Tidak Terjebak di Lorong Waktu [Renungan Akhir Zaman agar terjaga dari Kesyirikan]

 Oleh : Jaya Mualimin Pendahuluan Terowongan waktu" sering kali merujuk pada konsep ilmiah wormhole (lubang cacing) atau fenomena fiksi ilmiah. Secara teoritis, perjalanan melintasi waktu dimungkinkan melalui fenomena ruang- waktu berdasarkan Teori Relativitas Khusus Albert Einstein. Teori Relativitas seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami fenomena dilatasi waktu (waktu berjalan lebih lambat bagi mereka). Paradoks dan Batasan: Perjalanan ke masa lalu sangat mungkin menciptakan paradoks, seperti mengubah sejarah yang menyebabkan penjelajah waktu tidak pernah dilahirkan. Stephen Hawking meragukan perjalanan waktu ke masa lalu bisa terwujud di masa depan. Tetapi Manusia tidak punya pilihan kecuali atas kuasa-Nya karena qodho sudah tertulis dalam Loh Mahfudz.   Lompatan waktu Peristiwa pertama yang dialami sekelompok pemuda al Kahfi masuk di lorong waktu melompati lebih 300 tahun kedepan, mereka mengaku baru bangun tidur semalam. Ketika uang dikanto...

Iqra' itu Perintah Ketauhidan Sepanjang Masa

Oleh: Jaya Mualimin Munawar al Badri Pembuka Risalah terakhir dari bangunan ketauhidan telah paripurna. Risalah Muhammad SAW bagian dari batu bata bangunan tauhid yang diawali perintah Iqra' "bacalah ya Muhammad", menjadi sangat urgen dibicarakan kembali karena tidak hanya berkaitan ketika Muhammad bin Abdullah bertemu Jibril AS di Hira, tetapi juga saat menutup risalah di ujung akhir dunia. Saat digambarkan kondisi ketauhidan telah jauh melenceng dari pesan awal, sehingga  pertolongan Allah tidak hadir ditengah umat dari sisa umur 500 tahun terakhir. Perpecahan, kebodohan, sosial budaya dan kultural yang terpuruk dan memprihatinkan.  Tulisan ini ingin mengetuk hati umat, sehingga dapat kembali meraih cita-cita kejayaannya sesuai perintah wahyu iqra', Inshaallah. Iqra' Perintah Ketauhidan "Iqra'" adalah perintah tauhid pertama yang turun. Bukan kebetulan kata wahyu itu "Bacalah", bukan "Shalatlah" atau "Puasa lah". Karen...