Langsung ke konten utama

Owner Warkop RM Mattoanging Bulukumba Tutup Usia

 BULUKUMBA, -TEROPONGSULSELJAYA.Com- Berita Duka datang Dari Owner Rumah Makan /Warkop Mattoanging " H. Upa Suparya " suami Hj. Nuraidah Ida  (Anggota DPRD Bulukumba) di RSUD Sultan dg Raja Pukul 20.30 Wita pada hari senin 14 Desember 2020. Yang beralamat di Jalan AP pettarani Bulukumba. 




Beberapa Kerabat, sahabat bahkan keluarga almarhum memberikan Ucapan Turut berduka di akun Sosmed Facebook. 

Salah satu Kerabat nya " Bri Musafir " Menuliskan di status Facebook mengatakan Rumah duka...lisui dipammasena owner warkop  mattoanging H Upa Suparya sahabat yang baik hati sering membantu perjuangan advokasi masyarakat dan juga sering nebeng di mobilnya di waktu yang lalu...

Selamat jalan p aji... semoga Husnul khotimah dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan. 

Disisi lain akun" Wandhy Palka " Menuliskan INNALILAHI WAINNA ILAIHIM RAJIUM TELAH BERPULANG KE RAHMATULLAH Bapak H Upa Suparya (SUAMI DARI HJ NAIDAH) Anggota DPRD Kab. Bulukumba, SEMOGA ALMARHUM DIAMPUNI DOSA2 NYA DITERIMA AMAL IBADAH NYA DAN ARWAHNYA DITEMPATKAN DISISI ALLAH SWT 👌 SERTA Keluarga YG Ditinggalkan DIBERI KEKUATAN IMAN DAN TAQWA DLM MENGHADAPI COBAAN INI 🙌. 

Dari pantauan Jurnalistik Teropongsulseljaya Beberapa ucapan belasungkawan yang memenuhi beranda Facebook Almarhum dan kediaman nya terlihat ramai sejak tadi. (*) 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Salurkan 5 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing Kurban untuk Masyarakat Umum

SAMARINDA, – Dalam rangka Idul Adha 1447 H, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian kurban sapi sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat , Samarinda, 27 Mei 2026 Tahun ini, program *Kurban Berbagi* menyalurkan sebanyak * 5 ekor sapi dan 2 Ekor Kambing* yang disembelih di Kantor Dinas Kesehatan. Daging kurban didistribusikan kepada * keluarga penerima manfaat* yang meliputi dhuafa, panti asuhan, warga sekitar, Pensiunan Dinkes dan Pegawai Dinkes sebanyak Kurang Lebih 350 Kantong. Ketua Panitia, Romi Hendra, sekaligus Kasubag Umum menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjalankan syariat, tapi juga memperkuat solidaritas sosial. “Alhamdulillah, tahun ini antusiasme donatur meningkat. Kami berharap daging kurban ini bisa memberi manfaat nyata dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya. Proses penyembelihan dilakukan sesuai standar syariah dan higienis oleh tim jagal bersertifikat, Distribusi juga meng...

Tidak Terjebak di Lorong Waktu [Renungan Akhir Zaman agar terjaga dari Kesyirikan]

 Oleh : Jaya Mualimin Pendahuluan Terowongan waktu" sering kali merujuk pada konsep ilmiah wormhole (lubang cacing) atau fenomena fiksi ilmiah. Secara teoritis, perjalanan melintasi waktu dimungkinkan melalui fenomena ruang- waktu berdasarkan Teori Relativitas Khusus Albert Einstein. Teori Relativitas seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami fenomena dilatasi waktu (waktu berjalan lebih lambat bagi mereka). Paradoks dan Batasan: Perjalanan ke masa lalu sangat mungkin menciptakan paradoks, seperti mengubah sejarah yang menyebabkan penjelajah waktu tidak pernah dilahirkan. Stephen Hawking meragukan perjalanan waktu ke masa lalu bisa terwujud di masa depan. Tetapi Manusia tidak punya pilihan kecuali atas kuasa-Nya karena qodho sudah tertulis dalam Loh Mahfudz.   Lompatan waktu Peristiwa pertama yang dialami sekelompok pemuda al Kahfi masuk di lorong waktu melompati lebih 300 tahun kedepan, mereka mengaku baru bangun tidur semalam. Ketika uang dikanto...

Iqra' itu Perintah Ketauhidan Sepanjang Masa

Oleh: Jaya Mualimin Munawar al Badri Pembuka Risalah terakhir dari bangunan ketauhidan telah paripurna. Risalah Muhammad SAW bagian dari batu bata bangunan tauhid yang diawali perintah Iqra' "bacalah ya Muhammad", menjadi sangat urgen dibicarakan kembali karena tidak hanya berkaitan ketika Muhammad bin Abdullah bertemu Jibril AS di Hira, tetapi juga saat menutup risalah di ujung akhir dunia. Saat digambarkan kondisi ketauhidan telah jauh melenceng dari pesan awal, sehingga  pertolongan Allah tidak hadir ditengah umat dari sisa umur 500 tahun terakhir. Perpecahan, kebodohan, sosial budaya dan kultural yang terpuruk dan memprihatinkan.  Tulisan ini ingin mengetuk hati umat, sehingga dapat kembali meraih cita-cita kejayaannya sesuai perintah wahyu iqra', Inshaallah. Iqra' Perintah Ketauhidan "Iqra'" adalah perintah tauhid pertama yang turun. Bukan kebetulan kata wahyu itu "Bacalah", bukan "Shalatlah" atau "Puasa lah". Karen...