Langsung ke konten utama

DiNilai Langgar Aturan Organisasi, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Se - Kota Makassar Tolak Hasil Musyda XIII

Makassar, Sebanyak 14 dari 20 Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Muhammadiyah melakukan penolakan terhadap klaim sepihak & gerakan ‘Mosi Tidak Percaya’ atas putusan hasil rapat formatur terpilih Musyawarah Daerah (Musyda) Pemuda Muhammadiyah Makassar ke-13 yang diselenggarakan di Gedung Pusat Dakwah Islami Muhammadiyah (Pusdim), Jl. Gunung Lompo Battang 201, beberapa waktu lalu. (14-15/12/2019)


Sebelumnya, Musyda Pemuda Muhammadiyah XIII menghasilkan 9 nama formatur terpilih sebagai tim perumus susunan pengurus Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah yang akan datang.

Namun, diketahui pada prosesnya rapat formatur cacat & tidak berjalan sesuai aturan organisasi yang berlaku. Dari 9 formatur yang terpilih, hanya sebagian yang menghadiri rapat untuk memutuskan Awang Darmawan sebagai Ketua terpilih PD Pemuda Muhammadiyah. Seharusnya mutlak mengikuti Pasal 11 ayat 2, dan ayat 3 Anggaran Dasar Pemuda Muhammadiyah yang menyatakan bahwa Ketua Pimpinan Daerah dipilih dan ditetapkan oleh 9 (Sembilan) anggota formatur yang terpilih pada Musyawarah Daerah.

Hal ini mendorong bergeraknya para Pimpinan Cabang Se-Kota Makassar untuk melakukan penolakan & gerakan ‘Mosi Tidak Percaya’ pada hasil Musyda menyangkut rapat formatur yang dinilai cacat aturan organisasi.

Para Pimpinan tersebut Cabang mendorong agar diadakannya rapat ulang formatur yang sesuai dengan aturan organisasi yang berlaku.

Asrullah, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammdiyah Mariso menyanyangkan sikap formatur terpilih yang dinilai terlalu terburu-buru & memaksakan kehendak dalam memutuskan Ketua Umum terpilih.

“Kami menyanyangkan sikap sebagian formatur yang mengadakan rapat tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Asrullah.

Reporter : vhr vharel
Berita Teropong Sulsel Jaya
Kawan Muda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Salurkan 5 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing Kurban untuk Masyarakat Umum

SAMARINDA, – Dalam rangka Idul Adha 1447 H, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian kurban sapi sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat , Samarinda, 27 Mei 2026 Tahun ini, program *Kurban Berbagi* menyalurkan sebanyak * 5 ekor sapi dan 2 Ekor Kambing* yang disembelih di Kantor Dinas Kesehatan. Daging kurban didistribusikan kepada * keluarga penerima manfaat* yang meliputi dhuafa, panti asuhan, warga sekitar, Pensiunan Dinkes dan Pegawai Dinkes sebanyak Kurang Lebih 350 Kantong. Ketua Panitia, Romi Hendra, sekaligus Kasubag Umum menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjalankan syariat, tapi juga memperkuat solidaritas sosial. “Alhamdulillah, tahun ini antusiasme donatur meningkat. Kami berharap daging kurban ini bisa memberi manfaat nyata dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya. Proses penyembelihan dilakukan sesuai standar syariah dan higienis oleh tim jagal bersertifikat, Distribusi juga meng...

Tidak Terjebak di Lorong Waktu [Renungan Akhir Zaman agar terjaga dari Kesyirikan]

 Oleh : Jaya Mualimin Pendahuluan Terowongan waktu" sering kali merujuk pada konsep ilmiah wormhole (lubang cacing) atau fenomena fiksi ilmiah. Secara teoritis, perjalanan melintasi waktu dimungkinkan melalui fenomena ruang- waktu berdasarkan Teori Relativitas Khusus Albert Einstein. Teori Relativitas seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami fenomena dilatasi waktu (waktu berjalan lebih lambat bagi mereka). Paradoks dan Batasan: Perjalanan ke masa lalu sangat mungkin menciptakan paradoks, seperti mengubah sejarah yang menyebabkan penjelajah waktu tidak pernah dilahirkan. Stephen Hawking meragukan perjalanan waktu ke masa lalu bisa terwujud di masa depan. Tetapi Manusia tidak punya pilihan kecuali atas kuasa-Nya karena qodho sudah tertulis dalam Loh Mahfudz.   Lompatan waktu Peristiwa pertama yang dialami sekelompok pemuda al Kahfi masuk di lorong waktu melompati lebih 300 tahun kedepan, mereka mengaku baru bangun tidur semalam. Ketika uang dikanto...

Iqra' itu Perintah Ketauhidan Sepanjang Masa

Oleh: Jaya Mualimin Munawar al Badri Pembuka Risalah terakhir dari bangunan ketauhidan telah paripurna. Risalah Muhammad SAW bagian dari batu bata bangunan tauhid yang diawali perintah Iqra' "bacalah ya Muhammad", menjadi sangat urgen dibicarakan kembali karena tidak hanya berkaitan ketika Muhammad bin Abdullah bertemu Jibril AS di Hira, tetapi juga saat menutup risalah di ujung akhir dunia. Saat digambarkan kondisi ketauhidan telah jauh melenceng dari pesan awal, sehingga  pertolongan Allah tidak hadir ditengah umat dari sisa umur 500 tahun terakhir. Perpecahan, kebodohan, sosial budaya dan kultural yang terpuruk dan memprihatinkan.  Tulisan ini ingin mengetuk hati umat, sehingga dapat kembali meraih cita-cita kejayaannya sesuai perintah wahyu iqra', Inshaallah. Iqra' Perintah Ketauhidan "Iqra'" adalah perintah tauhid pertama yang turun. Bukan kebetulan kata wahyu itu "Bacalah", bukan "Shalatlah" atau "Puasa lah". Karen...