Langsung ke konten utama

Mahasiswa KKN UNANDA berhasil membangun Tugu Selamat Datang di Desa Sukamukti Kec. Sukamaju Selatan, Kab. Luwu Utara.


Lutra, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Andi Djemma Ang. 29 menyelesaikan salah satu program sosial berupa kerja fisik di desa sukamukti. Dari sejak tanggal 15 September 2019 Mahasiswa KKN Unanda dilepas dari seratus lebih desa yang ada di Kab. Luwu Utara. Salah satunya di kec. Sukamaju Selatan terdapat 11 desa semua di tempati oleh Mahasiswa KKN Unanda.
12/12/2019


Dari program yang dilaksanakan Mahasiswa KKN UNANDA kebanyakan membangun tapal batas desa dan dusun di wilayahnya masing - masing.
Namun salah satu di desa sukamukti, Mahasiswa KKN UNANDA telah menyelesaikan membangun Tugu Ucapan Selamat Datang di batas desa sukamukti dan sukadamai. Tinggi dari Tugu yang di buat 370 Cm/3 M, 70 Cm.

Tugu yang dibuat telah menarik perhatian masyarakat karena di atas tugu terdapat patung tangan menggenggam padi, juga tambahan tambahan prasati yg ada pada tugu tersebut seperti 3 balok berwarna merah, gambar bambu berwarna kuning dan hijau, dan foto bersama Mahasiswa KKN pada tugu tersebut.


Daud Rante Lundak selaku Koordinator Desa (KORDES) Mahasiswa KKN UNANDA Desa Sekamukti, menjelaskan dari setiap prasati yang ada pada tugu tersebut masing masing memiliki arti.
"Patung tangan memegang padi menyimbolkan bahwa penghasilan utama pada desa tersebut adalah hasil dari pertanian sawa (padi), tiga balok yang berwarna merah menandakan bahwa pada desa tersebut terdapat tiga dusun yakni, dusun sukamukti, dusun marga mulya dan dusun marga mukti. Kemudian gambar bambu berwarna kuning (bambu tua) dan bambu berwarna hijau (bambu muda) menyimbolkan bahwa di desa sukamukti selalu mengutamakan bergotong royong, rasa persaudaraan dan saling topang - menopang dalam setiap pekerjaan yg ada baik orang tua maupun anak muda tanpa memandang suku, agama dan ras. Dan foto bersama yg terdapat pada tugu tersebut adalah sebuah kenangan untuk Mahasiswa KKN yg bersusah paya untuk menyukseskan pembangunan tugu tersebut".
Ucap kordes Daud R Lundak Saat Di Konfirmasi Oleh Awak Media

"Awal sampai selesainya  pembuatan tugu tersebut bisa selesai karna kerja sama dari Masyarakat dan juga Pemuda Karang Taruna di Desa Sukamukti" Tutur Reinaldi sekertaris posko

Lanjut Bpk. Susilo kaur pembangunan "awal pembuatan tugu tersebut sangat di dukung oleh Masyarakat"
Bang Usman selaku Pemuda Karang taruna ikut membantu dan bekerja sama menyelesaikan tugu tersebut.

Sekedar di ketahui bantuan material dari tugu tersebut; semen 3 sak dari desa dan selebihnya kontribusi oleh Mahasiswa KKN Unanda.
Dari jumlah Mahasiswa KKN terdapat 10 mahasiswa dalam satu posko dari berbagai fakultas :
 1. Daud Rante L (Fak. Ekonomi)
2. Reinaldi (Fak. Ekonomi)
3. Hasruddin (Fak. Ekonomi)
4. Sitti (Fak. Ekonomi)
5. Emi (Fak. Ilmu sosial dan politik)
6. Lia (Fak. Ilmu sosial dan Politik)
7. Gita (teknik informatika
8. Saipul (fak. Perikanan)
9. Marinus Tanan (Fak. Pertanian)
10. Ila (Fak. Pertanian)



Laporan : Esaran
Teropong

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Salurkan 5 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing Kurban untuk Masyarakat Umum

SAMARINDA, – Dalam rangka Idul Adha 1447 H, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian kurban sapi sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat , Samarinda, 27 Mei 2026 Tahun ini, program *Kurban Berbagi* menyalurkan sebanyak * 5 ekor sapi dan 2 Ekor Kambing* yang disembelih di Kantor Dinas Kesehatan. Daging kurban didistribusikan kepada * keluarga penerima manfaat* yang meliputi dhuafa, panti asuhan, warga sekitar, Pensiunan Dinkes dan Pegawai Dinkes sebanyak Kurang Lebih 350 Kantong. Ketua Panitia, Romi Hendra, sekaligus Kasubag Umum menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjalankan syariat, tapi juga memperkuat solidaritas sosial. “Alhamdulillah, tahun ini antusiasme donatur meningkat. Kami berharap daging kurban ini bisa memberi manfaat nyata dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya. Proses penyembelihan dilakukan sesuai standar syariah dan higienis oleh tim jagal bersertifikat, Distribusi juga meng...

Tidak Terjebak di Lorong Waktu [Renungan Akhir Zaman agar terjaga dari Kesyirikan]

 Oleh : Jaya Mualimin Pendahuluan Terowongan waktu" sering kali merujuk pada konsep ilmiah wormhole (lubang cacing) atau fenomena fiksi ilmiah. Secara teoritis, perjalanan melintasi waktu dimungkinkan melalui fenomena ruang- waktu berdasarkan Teori Relativitas Khusus Albert Einstein. Teori Relativitas seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami fenomena dilatasi waktu (waktu berjalan lebih lambat bagi mereka). Paradoks dan Batasan: Perjalanan ke masa lalu sangat mungkin menciptakan paradoks, seperti mengubah sejarah yang menyebabkan penjelajah waktu tidak pernah dilahirkan. Stephen Hawking meragukan perjalanan waktu ke masa lalu bisa terwujud di masa depan. Tetapi Manusia tidak punya pilihan kecuali atas kuasa-Nya karena qodho sudah tertulis dalam Loh Mahfudz.   Lompatan waktu Peristiwa pertama yang dialami sekelompok pemuda al Kahfi masuk di lorong waktu melompati lebih 300 tahun kedepan, mereka mengaku baru bangun tidur semalam. Ketika uang dikanto...

Iqra' itu Perintah Ketauhidan Sepanjang Masa

Oleh: Jaya Mualimin Munawar al Badri Pembuka Risalah terakhir dari bangunan ketauhidan telah paripurna. Risalah Muhammad SAW bagian dari batu bata bangunan tauhid yang diawali perintah Iqra' "bacalah ya Muhammad", menjadi sangat urgen dibicarakan kembali karena tidak hanya berkaitan ketika Muhammad bin Abdullah bertemu Jibril AS di Hira, tetapi juga saat menutup risalah di ujung akhir dunia. Saat digambarkan kondisi ketauhidan telah jauh melenceng dari pesan awal, sehingga  pertolongan Allah tidak hadir ditengah umat dari sisa umur 500 tahun terakhir. Perpecahan, kebodohan, sosial budaya dan kultural yang terpuruk dan memprihatinkan.  Tulisan ini ingin mengetuk hati umat, sehingga dapat kembali meraih cita-cita kejayaannya sesuai perintah wahyu iqra', Inshaallah. Iqra' Perintah Ketauhidan "Iqra'" adalah perintah tauhid pertama yang turun. Bukan kebetulan kata wahyu itu "Bacalah", bukan "Shalatlah" atau "Puasa lah". Karen...