Langsung ke konten utama

Anak Umur 11 Tahun di Tikam di Mesjid Muhajirin Pinrang

Pinrang, Seorang Anak Berusia 11 Tahun disandera dan ditikam oleh seorang pria yang sementara mengamuk di depan mesjid Al Muhajirin Kelurahan Pacongan , kec Paleteang, Kab. pinrang pada Hari Sabtu, 16 November 2019.

Saat pelaku menikam korban di TKP , warga langsung mengepung pria bernama wahyuddin asal Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat setelah keluar dari mesjid dan mengamankannya di Mapolres Pinrang.

Menurut Kepala SPKT Polres Pinrang Aiptu Rusalan Nur mengatakan, setelah keluar dari masjid, pelaku menyandera seorang anak perempuan berusia 11 tahun. Pelaku kemudian menikam anak perempuan tersebut dengan pisau dapur yang diambil dalam dapur masjid.

“Massa mengerumuni orang tersebut dan banyak juga anggota yang datang untuk mengamankan dia. Pelaku sempat menyandera dan menikam seorang anak sehingga mengalami luka tusukan di bagian dada dan ada sayatan di bagian pipi,” kata Rusalan.

Kepada Polisi, pelaku mengaku ada makhluk halus yang mengikuti dan mengejar dirinya saat berkendaraan akibat depresi dan dibawah pengaruh obat obatan ( Sabu - Sabu ) sehingga berhalusinasi.

kemudian dia masuk ke masjid di Pinrang untuk menghindari makhluk halus tersebut. Karena ketakutan, pelaku mengamuk dan memecahkan kaca masjid hingga akhirnya keluar dari masjid.

Sementara korban yang disandera dan ditikam oleh pelaku sudah dilarikan ke RSUD Lasindrang untuk mendapatkan pertolongan ,kemudian pelaku sudah diamankan di mapolres pinrang untuk di hukum sesuai dengan proses.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Salurkan 5 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing Kurban untuk Masyarakat Umum

SAMARINDA, – Dalam rangka Idul Adha 1447 H, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian kurban sapi sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat , Samarinda, 27 Mei 2026 Tahun ini, program *Kurban Berbagi* menyalurkan sebanyak * 5 ekor sapi dan 2 Ekor Kambing* yang disembelih di Kantor Dinas Kesehatan. Daging kurban didistribusikan kepada * keluarga penerima manfaat* yang meliputi dhuafa, panti asuhan, warga sekitar, Pensiunan Dinkes dan Pegawai Dinkes sebanyak Kurang Lebih 350 Kantong. Ketua Panitia, Romi Hendra, sekaligus Kasubag Umum menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjalankan syariat, tapi juga memperkuat solidaritas sosial. “Alhamdulillah, tahun ini antusiasme donatur meningkat. Kami berharap daging kurban ini bisa memberi manfaat nyata dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya. Proses penyembelihan dilakukan sesuai standar syariah dan higienis oleh tim jagal bersertifikat, Distribusi juga meng...

Tidak Terjebak di Lorong Waktu [Renungan Akhir Zaman agar terjaga dari Kesyirikan]

 Oleh : Jaya Mualimin Pendahuluan Terowongan waktu" sering kali merujuk pada konsep ilmiah wormhole (lubang cacing) atau fenomena fiksi ilmiah. Secara teoritis, perjalanan melintasi waktu dimungkinkan melalui fenomena ruang- waktu berdasarkan Teori Relativitas Khusus Albert Einstein. Teori Relativitas seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami fenomena dilatasi waktu (waktu berjalan lebih lambat bagi mereka). Paradoks dan Batasan: Perjalanan ke masa lalu sangat mungkin menciptakan paradoks, seperti mengubah sejarah yang menyebabkan penjelajah waktu tidak pernah dilahirkan. Stephen Hawking meragukan perjalanan waktu ke masa lalu bisa terwujud di masa depan. Tetapi Manusia tidak punya pilihan kecuali atas kuasa-Nya karena qodho sudah tertulis dalam Loh Mahfudz.   Lompatan waktu Peristiwa pertama yang dialami sekelompok pemuda al Kahfi masuk di lorong waktu melompati lebih 300 tahun kedepan, mereka mengaku baru bangun tidur semalam. Ketika uang dikanto...

Iqra' itu Perintah Ketauhidan Sepanjang Masa

Oleh: Jaya Mualimin Munawar al Badri Pembuka Risalah terakhir dari bangunan ketauhidan telah paripurna. Risalah Muhammad SAW bagian dari batu bata bangunan tauhid yang diawali perintah Iqra' "bacalah ya Muhammad", menjadi sangat urgen dibicarakan kembali karena tidak hanya berkaitan ketika Muhammad bin Abdullah bertemu Jibril AS di Hira, tetapi juga saat menutup risalah di ujung akhir dunia. Saat digambarkan kondisi ketauhidan telah jauh melenceng dari pesan awal, sehingga  pertolongan Allah tidak hadir ditengah umat dari sisa umur 500 tahun terakhir. Perpecahan, kebodohan, sosial budaya dan kultural yang terpuruk dan memprihatinkan.  Tulisan ini ingin mengetuk hati umat, sehingga dapat kembali meraih cita-cita kejayaannya sesuai perintah wahyu iqra', Inshaallah. Iqra' Perintah Ketauhidan "Iqra'" adalah perintah tauhid pertama yang turun. Bukan kebetulan kata wahyu itu "Bacalah", bukan "Shalatlah" atau "Puasa lah". Karen...