Langsung ke konten utama

Jabatan Kepala Dinas Perdagangan dan P3A Kab Luwu di Perebutkan


Luwu, Pemerintah Kabupaten Luwu menyeleksi Siapa yang layak menduduki / Menempati Posisi Jabatan Kepala Dinas Perdagangan dan P3A.
Aparatur Sipil Negara ( ASN ) Eselon IV bersaing menduduki posisi Jabatan Tertinggi di Dinas Perdagangan dan P3A yakni diantaranya 1. Buhari ( Bagian Administrasi Kesejahtraan Rakyat Sekretariat Daerah ), 2. Mustafa Rahima ( Sekretaris Kasbampol dan Linmas ), 3 Husain ( Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ), 4. Elyakin ( Badan Perencanaan Pembangunan Litban ) dan 5. Enrika ( Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata )
Ke Lima ( 5 ) calon Kadis Perdagangan dan P3A yang Layak menempati Posisi Ini mengikuti seleksi terbuka Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang di Gelar pada hari Jumat ,29 November 2019 di Kantor Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BPSDM II ) Provinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar.
Dari Jadwal Pejabat Pemimpin Tinggi Pratama sebenarnya di Ikuti 6 orang ASN namun Rajmatiah ( Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan ) Pemkab Luwu tidak sempat hadir karena kondisi Kesehatan nya Terganggu ( Sakit ).
Bupati Luwu " Basmin Mattayang " mengatakan bahwa anda Semuanya tidak usah gelisah, semua ditentukan sama yang diatas. Job fit ini untuk mengukur kemampuan sebagai pejabat pemerintah. Siapa yang memiliki kinerja dan kemampuan yang baik tentu akan mendapatkan hasil yang baik. 
Aturan dalam Job Fit dan Seleksi terbuka Pengisian Jabatan Pemimpin tertinggi Pratama di Lingkup Pemda Luwu hanya 3 Orang saja yang direkomendasikan namanya untuk menduduki Jabatan Yang dilelang untuk ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Ujar Bupati Luwu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Salurkan 5 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing Kurban untuk Masyarakat Umum

SAMARINDA, – Dalam rangka Idul Adha 1447 H, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian kurban sapi sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat , Samarinda, 27 Mei 2026 Tahun ini, program *Kurban Berbagi* menyalurkan sebanyak * 5 ekor sapi dan 2 Ekor Kambing* yang disembelih di Kantor Dinas Kesehatan. Daging kurban didistribusikan kepada * keluarga penerima manfaat* yang meliputi dhuafa, panti asuhan, warga sekitar, Pensiunan Dinkes dan Pegawai Dinkes sebanyak Kurang Lebih 350 Kantong. Ketua Panitia, Romi Hendra, sekaligus Kasubag Umum menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjalankan syariat, tapi juga memperkuat solidaritas sosial. “Alhamdulillah, tahun ini antusiasme donatur meningkat. Kami berharap daging kurban ini bisa memberi manfaat nyata dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya. Proses penyembelihan dilakukan sesuai standar syariah dan higienis oleh tim jagal bersertifikat, Distribusi juga meng...

Tidak Terjebak di Lorong Waktu [Renungan Akhir Zaman agar terjaga dari Kesyirikan]

 Oleh : Jaya Mualimin Pendahuluan Terowongan waktu" sering kali merujuk pada konsep ilmiah wormhole (lubang cacing) atau fenomena fiksi ilmiah. Secara teoritis, perjalanan melintasi waktu dimungkinkan melalui fenomena ruang- waktu berdasarkan Teori Relativitas Khusus Albert Einstein. Teori Relativitas seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami fenomena dilatasi waktu (waktu berjalan lebih lambat bagi mereka). Paradoks dan Batasan: Perjalanan ke masa lalu sangat mungkin menciptakan paradoks, seperti mengubah sejarah yang menyebabkan penjelajah waktu tidak pernah dilahirkan. Stephen Hawking meragukan perjalanan waktu ke masa lalu bisa terwujud di masa depan. Tetapi Manusia tidak punya pilihan kecuali atas kuasa-Nya karena qodho sudah tertulis dalam Loh Mahfudz.   Lompatan waktu Peristiwa pertama yang dialami sekelompok pemuda al Kahfi masuk di lorong waktu melompati lebih 300 tahun kedepan, mereka mengaku baru bangun tidur semalam. Ketika uang dikanto...

Iqra' itu Perintah Ketauhidan Sepanjang Masa

Oleh: Jaya Mualimin Munawar al Badri Pembuka Risalah terakhir dari bangunan ketauhidan telah paripurna. Risalah Muhammad SAW bagian dari batu bata bangunan tauhid yang diawali perintah Iqra' "bacalah ya Muhammad", menjadi sangat urgen dibicarakan kembali karena tidak hanya berkaitan ketika Muhammad bin Abdullah bertemu Jibril AS di Hira, tetapi juga saat menutup risalah di ujung akhir dunia. Saat digambarkan kondisi ketauhidan telah jauh melenceng dari pesan awal, sehingga  pertolongan Allah tidak hadir ditengah umat dari sisa umur 500 tahun terakhir. Perpecahan, kebodohan, sosial budaya dan kultural yang terpuruk dan memprihatinkan.  Tulisan ini ingin mengetuk hati umat, sehingga dapat kembali meraih cita-cita kejayaannya sesuai perintah wahyu iqra', Inshaallah. Iqra' Perintah Ketauhidan "Iqra'" adalah perintah tauhid pertama yang turun. Bukan kebetulan kata wahyu itu "Bacalah", bukan "Shalatlah" atau "Puasa lah". Karen...